Arsitektur Radio over Fiber

Radio over fiber merupakan penggabungan antara komunikasi wireline dan wireless, sehingga dalam arsitekturnya terdapat komponen transceiver dari komunikasi wireless yaitu BTS dan menggunakan media transmisi berupa serat optik. Pengenalan terhadap radio over fiber dapat dilihat di sini

Sinyal yang dikirim oleh BTS disalurkan melalui serat optik. Untuk mengubah sinyal elektrik yang dikirimkan oleh BTS menjadi sinyal optik, dibutuhkan konverter dari elektrik menjadi optik di sisi transmitter, serta sebaliknya, konversi optik menjadi elektrik di sisi receiver.

 Gambar 1. Arsitektur Radio over Fiber

(Sumber: Xavier Fernando, 2004)

Pada sistem RoF, sinyal RF memodulasi sinyal optik kemudian ditransmisikan melalui link serat optik menuju penerima. Untuk memodulasi sinyal optik ini dilakukan dengan sistem IMDD (Intensity Modulation Direct Detection). Sistem IMDD mempunyai dua kemungkinan metode implementasi. Sinyal pembawa optik dapat dimodulasi secara langsung atau eksternal. Untuk frekuensi standar wireless (GSM, WiFi, 802.11a/b/ g, UMTS), lebih sesuai apabila menggunakan modulasi langsung dan fiber jenis single mode, dikarenakan loss transmisi kecil, kemudahan instalasi, biaya murah dan ukuran kecil.

Sinyal RF digunakan untuk memodulasi langsung laser diode di BSC. Hasil dari intensitas modulasi sinyal optik kemudian dikirimkan melalui fiber ke remote antenna unit (RAU). Pada RAU, sinyal RF yang ditransmisikan dibangkitkan kembali dengan deteksi langsung menggunakan fotodetektor PIN. Sinyal tersebut kemudian dikuatkan dan diradiasikan oleh antena. Sinyal uplink dikirimkan dari RAU ke BS dengan cara yang sama. Komponen dasar arsitektur RoF adalah:

a. Base station

Base station yang digunakan dapat berupa transceiver jenis apapun yang digunakan untuk kepentingan WLAN, WMAN, maupun WiMAX dan sistem komunikasi lainnya, bergantung pada aplikasi radio over fiber. BTS ini menghasilkan sinyal RF untuk ditransmisikan oleh serat optik ke subscriber. Sisi base station ini terdiri dari pemrosesan data baseband melalui modulator RF, sumber optik serta modulator optik.

b. Radio Access Point

RAP berfungsi untuk mengubah sinyal optik yang ditransmisikan melalui serat optik menjadi sinyal RF untuk ditransmisikan kembali ke subscriber. Proses yang terjadi di RAP hanya proses perubahan sinyal optik menjadi sinyal RF untuk ditransmisikan melalui antena ke subscriber, sehingga konfigurasi RAP tidak sekompleks BTS. RAP ini terdiri dari beberapa komponen, yaitu photodetector, Gain BPF, dan antena.

c. Portable Unit/Mobile Station

Portable unit merupakan mobile station subscriber, yaitu handset yang digunakan oleh subscriber untuk melakukan komunikasi. Dalam MS, terjadi proses demodulasi sinyal RF menjadi frekuensi baseband.

Sumber:

Fernando, Xavier. (2009). Radio over fiber-an optical technique for wireless access. IEEE Communications Society.

Fernando, Xavier dan Alagan Anpalagan. (2004). On the design of optical fiber based wireless access systems. IEEE Communication Society, Vol. 14, No. 2, pp. 3550-3555.

Hamed Al-Raweshidy and Shozo Komaki. (2002). Radio over fiber technologies for mobile communication network. Universal Personal Communication, Norwood, MA: Artech House Publishers.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s