Aplikasi Radio over Fiber

Melanjutkan dua post sebelumnya tentang RoF, dalam post ini akan dibahas mengenai aplikasi RoF.

Saat ini, Radio over Fiber telah digunakan pada Asian Games 2010. Teknologi ini diimplementasikan oleh perusahaan telekomunikasi Foxcom, yang mentransmisikan sinyal L-Band dan frekuensi 70 MHz dengan jarak 110 km tanpa amplifier atau repeater dengan CNR yang dicapai adalah 41 dB.

Sinyal uplink 70 MHz ditransmisikan dari IBC di distrik Panyu menuju stasiun bumi Guangdong. Sedangkan sinyal downlink pada L-Band ditransmisikan kembali ke central base station untuk tujuan pengawasan. Generasi selanjutnya dari seri Sat-Light/PlatinumTM menggunakan laser berdaya tinggi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Sat-Light/PlatinumTM merupakan salah satu aplikasi teknologi RoF yang dirancang untuk memenuhi permintaan yang semakin tinggi akan performansi yang lebih baik dan pengawasan RF. (Foxcom, 2011)

Beberapa aplikasi teknologi RoF lainnya adalah (Siti Harliza, 2011):

a. Komunikasi satelit

Salah satu aplikasi RoF dalam komunikasi satelit melibatkan peletakan remote antenna pada lokasi yang cocok di stasiun bumi menggunakan jaringan serat optik dengan panjang kurang dari 1 km dan frekuensi operasi antara 1 GHz hingga 15 GHz, sehingga peralatan frekuensi tinggi dapat dipusatkan. Sehingga antena yang digunakan tidak perlu berada di area kontrol.

b. Mobile Broadband System (MBS)

Konsep MBS diaplikasikan untuk memperluas pelayanan yang tersedia pada fixed Broadband Integrated Services Digital Network (B-ISDN) kepada pengguna layanan bergerak. Karena digunakan kecepatan data yang tinggi sekitar 155 Mbps untuk setiap pengguna, frekuensi karier yang digunakan termasuk dalam gelombang millimeter, sehingga mengalokasikan frekuensi pada 60 GHz. Rentang frekuensi 62-63 GHz dialokasikan untuk downlink sedangkan 65-66 GHz untuk uplink.

Ukuran diameter cells sekitar beberapa ratus meter (microcell), sehingga kepadatan cell radio tinggi dibutuhkan untuk mencapai cakupan yang diinginkan. Microcell dapat dihubungkan dengan fixed B-ISDN melalui serat optik. Jika teknologi RoF digunakan untuk menghasilkan gelombang millimeter, base station dapat dibuat lebih sederhana. Hal ini memungkinkan pengembangan jaringan MBS secara luas.

c. Wireless LANs melalui jaringan optik

Generasi pita lebar WLAN selanjutnya diproyeksikan untuk mencapai 54 Mbps dan akan membutuhkan frekuensi carrier yang lebih tinggi pada rentang 5 GHz (IEEE 802.11a/D7.0). Frekuensi carrier yang lebih tinggi ini menuju generasi microcell dan picocell. Cara efektif untuk mengatasinya adalah memanfaatkan teknologi RoF.

d. Jaringan seluler

Jaringan mobile merupakan daerah aplikasi yang penting untuk teknologi RoF. Jumlah pengguna yang semakin meningkat dengan permintaan untuk layanan pita lebar menekan jaringan bergerak untuk meningkatkan kapasitas. Maka dari itu, trafik mobile (GSM atau UMTS) dapat diaplikasikan secara efektif antara switching centers dan base stations dengan mengeksploitasi keuntungan teknologi single mode fiber. Fungsi RoF lainnya seperti alokasi kapasitas secara dinamis menawarkan keuntungan operasional yang signifikan pada jaringan seluler.

Sumber:

Foxcom. (2011). Foxcom fiber optic solutions breaks a record at the 2010 Asian Games. http://www.foxcom.com/news-and-events/press-room/foxcom-fiber-optic-solutions-breaks-record-2010-asian-games

Mohd. Razali, Siti Harliza. (2007). Simulation of WCDMA radio over fiber technology. Universiti Teknologi Malaysia. Thesis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s