Review: The Hobbit: An Unexpected Journey

Akhirnya, hari ini bisa nonton juga setelah sekian lama nggak bisa main gegara jadwal kuliah yang padat merayap *tsaah

Film yang aku tonton hari ini adalah The Hobbit: An Unexpexted Journey. Film ini diangkat dari novel berjudul The Hobbit karya J.R.R Tolkien yang terbit sebelum trilogy Lord of The Ring. Film yang seharusnya ada sebelum LOTR ini berdurasi 2 jam 45 menit, durasi yang cukup lama untuk sebuah film yang bahkan masih bersambung.

The Hobbit: An Unexpected Journey

The Hobbit: An Unexpected Journey ini adalah seri pertama dari trilogi The Hobbit directed by Peter Jackson. Film kedua berjudul “The Hobbit: The Desolation of Smaug,” akan ditayangkan 13 Desember 2013 dan seri terakhirnya, “The Hobbit: There and Back Again,” akan ditayangkan 18 Juli 2014.

Seri pertama trilogi The Hobbit ini bercerita tentang seorang Hobbit, named Bilbo Baggins from Bag End, Shire, yang ikut berpetualang dengan sekelompok kurcaci dan seorang penyihir bernama Gandalf menuju Gunung Erebor, untuk merebut kembali kerajaan para kurcaci yang direbut oleh seekor naga api, Smaug, bertahun-tahun yang lalu. Bilbo, Gandalf, dan ketigabelas kurcaci yang dipimpin oleh Pangeran Kurcaci bernama Thorin Oakenshield ini menempuh perjalanan panjang menuju Erebor melalui daerah berbahaya, menantang, dan bertemu dengan Orcs, Trolls, Goblin, dan makhluk berbahaya lainnya. Di perjalanan, ketika diserang oleh Orcs, mereka ditolong oleh pasukan Peri. Di Rivendall, tempat tinggal para peri inilah peta rahasia menuju Erebor dipecahkan. Di terowongan goblin, Bilbo bertemu dengan Gollum, dan menemukan cincin yang akan berperan penting dalam cerita ini, juga pada trilogy LOTR.

Overall, film pertama ini cukup bagus. Peter Jackson bisa membangun film yang seharusnya muncul lebih dahulu sebelum LOTR ini sehingga terlihat nyata, sama halnya dengan LOTR, dengan pemeran yang sama dengan yang ada di LOTR, sehingga penonton tidak akan merasa aneh ketika menonton film ini.

Kekurangannya, well menurut saya, alur ceritanya sangat lambat.Mmemang, sinematografinya sangat bagus, sehingga terlihat sangat nyata, tetapi dengan alur yang lambat ini, penonton akan dibuat bosan. Selama hampir 3 jam untuk sebuah film yang berisi peperangan, walaupun dengan lawan dan setting yang berbeda, saya merasa bosan.

Tapi yah, film Peter Jackson ini menurut saya lebih “menyenangkan” dibandingkan dengan novelnya. *Apa karena pertama kali membaca The Hobbit saya masih kelas 1 SMP?* Apapun alasannya, it’s awesome! The Hobbit, trilogy LOTR, adalah beberapa film yang menurut saya lebih menarik dibandingkan dengan novel aslinya. So, this movie is just recommended!

You may be want to visit here:

Official Trailer

Official Website

IMDB review

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s