#galauskripsi, part 1

sebagai mahasiswa tingkat akhir, kita dihadapkan pada suatu kondisi yang MENGHARUSKAN kita mengerjakan “little”-thing-called-skripsi to get graduate,

nah… little thing ini bisa bikin galau, dari pertama kali #galaujudul gara-gara nggak segera menemukan judul yang pas (tidak merepotkan, sesuai dengan concern kita, tapi sesuatu yang baru dan terlihat oke di mata dosen) #galaujudul ini bisa berlangsung cukup lama, biasanya dimulai dari awal semester 7, sampai menemukan judul yang oke, tergantung setiap orang.

kalau udah nemu judul, galau selanjutnya adalah #galauacc, dengan kondisi di jurusan saya, bahwa judul harus di acc dulu oleh KKDK (semacam kepala konsentrasi dr jurusan) sebelum dapet dosen pembimbing dan seminar proposal. #galauacc ini kebanyakan disebabkan KKDK yang sulit ditemui dan proposal kita yang tidak segera dikoreksi oleh KKDK. biasanya memakan waktu 3-5 kali revisi proposal sampai proposal kita di acc, waktunya, yah.. tergantung KKDK dan dirimu sendiri, rajin menghubungi KKDK atau tidak, rajin ngerjakan revisian yang diberikan atau tidak, etc etc.

proposal skripsi sudah di acc, “sedikit” merasa lega, galau selanjutnya adalaaah… #galaudosenpembimbing. galau yang satu ini sangat berpengaruh sampaaai kita kompre. salah pilih/dipilihkan dosen pembimbing, akibatnya akan ditanggung sampai akhir kompre. pemilihan dosen pembimbing skripsi ini tergantung KKDK, apakah KKDK sedang baik hati, sehingga kita boleh memilih dosen pembimbing sendiri, atau kita dipilihkan, karena “kuota bimbingan” dosen yang lain sudah penuh, dan kita tidak bisa mendapatkan dosen yang kita inginkan *ngenes*

pertimbangan dalam memilih dosen pembimbing ini -kalau kita diperbolehkan memilih- *menurut saya* lebih baik menmilih dosen pembimbing 1 yang mengerti tentang skripsi kita, sehingga pembahasan ketika bimbingan tidak akan melenceng dari apa yang kita inginkan, sedangkan dosen pembimbing 2, pilihlah yang “tidak merepotkan”, dalam artian tidak membebani kita dengan permintaan yang melenceng dari topik, dan yang tidak berbeda prinsip dengan dosen pembimbing 1. oh iya, cari yang sering berada di kampus *mudah ditemui* jadi gampang kalau mau bimbingan 😀

sudah dapat dosen pembimbing yang pas *kalau dapet yang tidak pas, yaa.. jalani saja.. kenalilah karakter dosenmu, jadi bisa menghadapi dengan cara yang tepat* galau selanjutnya adalah #galausempro, galau yang ini itu galau kapan dapat jadwal seminar proposal, jadwal seminar proposal, *lagi-lagi* ditentukan oleh KKDK. jumlah pesertanya juga tidak pasti, bisa hanya 1 orang, atau 6 orang sekaligus. galau yang ini itu hanya bisa ditunggu kapan keluar jadwalnya *sigh*

-to be continued 😀

Advertisements

~just thinking

aneh adalah saat kamu dengar cerita seorang teman,

temen kosnya si temen ini *aduh ribet* sebut aja si M, ngebet banget punya pacar anak teknik, gara2 *menurut dia* di fakultasnya, yg punya pacar anak teknik itu derajatnya naik.

hellooo…. hidup di belahan dunia manakah dia? aneh banget betapa derajat seseorang ditentukan dgn siapa pacarnya. masih pacar ini, belum jadi suami *eh? :p

waktu diceritain hal itu jadi gimana gitu, antara pengen ketawa dan kasihan sama si M.

pas udah dikenalin sama temenku, yg cowok sudah *berusaha* pdkt, tp kyknya yg ceweknya nggak sabaran.. baru berapa minggu udah curhat “kenapa sih aku nggak ditembak2?” sambil nyalahin orang yg nyomblangin tadi.

ternyata kesabaran setiap orang itu beda ya :p

atau gara2 si M terlalu berambisi untuk punya pacar anak teknik? selain minta dicariin anak teknik juga minta sm yg angkatan lebih tua. boleh2 aja sih kita punya kriteria.. tapi ya nggak ngerepotin orang juga kaliii…

prioritas dan sikap orang itu berbeda-beda, tapi alangkah baiknya kl apa yg kamu inginkan tidak mengganggu orang lain, dear M 🙂

boleh-boleh aja kamu pengen punya pacar anak teknik, tapi yaa, masa baru beberapa minggu pdkt udah minta ditembak? padahal ya baru kenal.. blm tau asal usul nya..

IMHO, jadi wanita itu harus punya “harga diri”, baru kenal aja udah mau dipegang2, diajak keluar tengah malem, minta ditembak, dan keliatan ngebetnya. kamu bakalan dilihat jadi cewek gampangan, dear. boys need a challenge, if you’re so easy, they’ll not interested in you anymore.

mungkin mereka akan berpikir, belum jadi apa2 aja udah kayak gini, ya udah sekalian aja. hey women, take care of your self 🙂