#Rain

Today, January 1st 2013, 22.30 p.m.
It’s blackout, and rain pouring down..
When it rains outside, we are advised to pray because it is the time when Allah gives His blessing to us.
So I pray, for our wishes become true, our successfull future, and hoping He gives us strength and calmness to face what lies in front of us. For us to not forget thank Him whatever happened.

Advertisements

Lab Telkom itu…

Lab Telkom itu.. bukan hanya sebuah laboratorium.. bukan hanya sebuah tempat singgah.. bukan hanya tempat bekerja..  bukan hanya akademis.. tapi..

Lab Telkom itu.. sebuah keluarga.. tempat bercerita.. tempat berkeluh kesah.. tempat berbagi riang dan canda.. tempat menimba ilmu.. sebuah tempat penuh makna, penuh kenangan, dan saya bersyukur menjadi bagian dari Lab Telkom..

Saat-saat menjadi bagian dari Lab Telkom itu, mulai dari open recruitment asisten Lab Telkom, sekitar bulan Juni 2010.. Pengumuman OR ditempel, dan saya masih di Jogja, dalam rangka lomba kompetisi roket Indonesia. Batas akhir pengumpulannya 2 hari setelah saya sampai di Malang.  Untungnya saat itu diberitahu salah seorang teman, dan dibantu bikin berkas.. *thank youuu :*

Proses open recruitmentnya melelahkan, mulai dari tes pengetahuan dasar, tes makalah, tes alat, tes  interview asisten, sampai akhirnya tes interview dosen. Dan nunggu pengumumannya itu lamaaaa… sampai akhirnya ketika diumumkan, rasanya campur aduk.. Lega, tidak percaya, bahagia, campur aduk deh..

Selama perjalanan menjadi asisten, banyak hal-hal yang terjadi.. Dapat ilmu baru, baik dalam akademis -praktikum, riset asisten, riset dosen-, maupun nonakademis -bagaimana kita menghadapi berbagai macam tipe orang, bagaimana kita menjalankan peraturan yang berlaku, adaptasi dengan lingkungan baru, bekerja sama dengan orang lain-, pokoknya pengalaman-pengalaman berharga yang mungkin tidak akan pernah saya dapatkan di tempat lain.

Lab Telkom itu, sudah seperti sebuah keluarga dibandingkan dengan sebuah “tempat kerja”, walaupun gajinya jauuuh di bawah UMR :p tetapi tetaap, you’re all my family :). Memang pada awalnya masih merasa sungkan saat pertama kali masuk. Tetapi, lama kelamaan, semakin akrab, nggak ada gap antar angkatan.. we’re just family..

Banyak hal-hal menyenangkan di Lab Telkom.. tertawa bersama asisten lainnya, menertawakan diri sendiri, orang lain, liat video di youtube sampai ngakak-ngakak, pernah nangis gara-gara masalah pribadi, dan teman-teman Lab menghibur, walaupun dengan cara mereka yang aneeehhh -.-” Pernah juga sharing-sharing di ruang belakang lab untuk asisten.. yang diomongin ya macem-macem, kebanyakan sharing yang merepet-merepet ke curhat :p

Regenerasi di Lab Telkom juga ada, dan tiap generasi sama-sama menyenangkan.. Pertama kali masuk, bekerja sama dengan angkatan 2007 yang sudah lebih dulu ada.. kemudian datang angkatan 2009.. dan yang sekarang, angkatan 2010, welcome to the family! (aduh berasa tua deh kalau ada generasi baru gini)

Lab Telkom, @ Bebek Goreng H. Slamet, walaupun nggak lengkap formasinya

Lab Telkom, @ Bebek Goreng H. Slamet, walaupun nggak lengkap formasinya

Untuk anggota keluarga yang baru, semoga betaaah di Lab Telkom, I wish you all the best and tons of luck 🙂

Untuk anggota keluarga yang saat ini ada, semoga bisa mengayomi adik-adiknya, sukses selalu untuk kalian 🙂

Untuk generasi saya, saya akan sangaaaat merindukan kalian ketika saatnya nanti kita berpisah, teman-teman 🙂

dan untuk keluarga besar Lab Telkom, terima kasih banyak atas persahabatan, kerja sama, dan untuk segalanya.. sukses selalu untuk kita semua! 🙂

bahagia itu sederhana :)

bahagia itu sederhana

bahagia itu ketika kita merasa dekat dengan Yang Maha Kuasa

ketika kita bisa berkumpul dengan orang-orang yang kita kasihi

ketika kita bermimpi mengenai masa depan kita

ketika kita merasa dicintai

ketika kita mencintai

ketika kita bercengkrama dengan sahabat lama

ketika kita mengenang masa-masa indah

ketika mimpi kita tercapai

ketika kita bersyukur akan hidup yang telah diberikan kepada kita

bahagia itu sederhana, bahagia itu bersyukur 🙂

jadilah orang yang bisa menempatkan diri.. #selfnote

jadilah orang yang bisa menempatkan diri..

it’s a note for my self..

dalam keseharian, kita sering berada di antara berbagai macam orang. berbagai macam kelompok, berbagai macam kegiatan, dengan kondisi mental, karakter, dan kebiasaan serta aturan yang berbeda-beda..

mau tidak mau, untuk bisa menjadi bagian dari lingkaran kehidupan, kita harus beradaptasi dengan apa yang ada di dekat kita, apa yang kita jalani. untuk itu, seseorang harus bisa menempatkan dirinya dalam kondisi tertentu, misalnya menurut saya..

ketika sedang rapat, tidak seharusnya kita, mengalihkan pembicaraan utama rapat tersebut menjadi pembicaraan yang berpusat ke diri kita, sepenting atau setidakpenting apapun itu, mengganggu jalannya rapat tersebut dengan pembicaraan tidak penting, bercanda, dsb padahal pembahasan yang dilakukan sedang serius. ada waktu sendiri untuk bercanda, tetapi keseriusan rapat tersebut harus dijaga, jangan sampai terbengkalai karena jokes maupun pembicaraan yang sebenarnya tidak penting.

ketika suatu kelompok sedang berdiskusi di dekat kita, walaupun memang itu adalah ruang bebas untuk umum, setidaknya hargailah mereka dengan tidak mengganggu diskusi mereka dengan datang tiba-tiba, berbicara dengan suara keras, meminta perhatian orang lain, padahal yang ia bicarakan sebenarnya bisa dikatakan dengan “suara normal” dan ditunda setelah diskusi.

ketika berbicara dengan orang yang lebih tua, note that we should give some respect to them. seharusnya, cara kita berbicara dengan mereka dibedakan dengan cara kita berbicara dengan sesama kita. kecuali memang orang tersebut tidak memedulikan hal-hal seperti itu. at least, kita menghormati mereka. demikian juga jika kita berbicara kepada orang yang lebih muda, junior for example, give them respect too, setidaknya kita menghargai mereka, misalnya ketika mereka melakukan kegiatan, dan ternyata masih banyak kesalahan yang ada, hargailah dulu, kemudian berikan saran, jangan langsung menghakimi bahwa mereka salah dan tidak pantas melakukannya.

jadilah orang yang bisa menempatkan diri, memosisikan diri di setiap tempat, menjadi apakah aku di kegiatan a? di kelompok b? menghadapi c? dengan bisa memosisikan diri, orang lain akan menghargai kita. walaupun kita tidak bisa secara sempurna setiap saat memosisikan diri sebagai apa, at least we try 🙂

mungkin..

mungkin dia bukan salah satu dari kalian, bukan orang yang tepat untuk kalian ajak bersenang-senang, bukan orang yang kalian ingat dalam kondisi bahagia, bukan orang yang menyenangkan untuk kalian ajak bertukar pikiran, bukan orang yang kalian harapkan menghibur ketika kalian sedih, selalu tidak bisa mengikuti kegiatan kalian, di malam hari, maupun siang hari, dan di waktu-waktu lainnya, tidak termasuk orang pertama yang mendengar kabar bahagia kalian, tidak mengikuti perkembangan yang ada, hidup dalam dunianya sendiri..

tapi ingatlah, bahwa mungkin, dia adalah orang yang ada di saat-saat susah kalian, orang yang membantu kalian di saat tidak ada orang yang peduli, orang yang kalian harap pertolongannya di saat kalian membutuhkan, orang yang mendengarkan curahan hati kalian, menenangkan kalian di saat kalian gundah, menyemangati di saat kalian lemah, membantu memberi solusi di saat ada masalah, mendukung ketika kalian berjuang, menghibur ketika kalian sedih, meluangkan waktu untuk kegiatan yang kalian adakan, walaupun kalian tidak tahu betapa sulitnya itu, mengalah ketika masing-masing dari kalian ingin menang sendiri, memperhatikan kalian dengan caranya sendiri…

just remember, that maybe someone you don’t really like, someone you don’t really want, is someone who is always be there for you 🙂

~just thinking

aneh adalah saat kamu dengar cerita seorang teman,

temen kosnya si temen ini *aduh ribet* sebut aja si M, ngebet banget punya pacar anak teknik, gara2 *menurut dia* di fakultasnya, yg punya pacar anak teknik itu derajatnya naik.

hellooo…. hidup di belahan dunia manakah dia? aneh banget betapa derajat seseorang ditentukan dgn siapa pacarnya. masih pacar ini, belum jadi suami *eh? :p

waktu diceritain hal itu jadi gimana gitu, antara pengen ketawa dan kasihan sama si M.

pas udah dikenalin sama temenku, yg cowok sudah *berusaha* pdkt, tp kyknya yg ceweknya nggak sabaran.. baru berapa minggu udah curhat “kenapa sih aku nggak ditembak2?” sambil nyalahin orang yg nyomblangin tadi.

ternyata kesabaran setiap orang itu beda ya :p

atau gara2 si M terlalu berambisi untuk punya pacar anak teknik? selain minta dicariin anak teknik juga minta sm yg angkatan lebih tua. boleh2 aja sih kita punya kriteria.. tapi ya nggak ngerepotin orang juga kaliii…

prioritas dan sikap orang itu berbeda-beda, tapi alangkah baiknya kl apa yg kamu inginkan tidak mengganggu orang lain, dear M 🙂

boleh-boleh aja kamu pengen punya pacar anak teknik, tapi yaa, masa baru beberapa minggu pdkt udah minta ditembak? padahal ya baru kenal.. blm tau asal usul nya..

IMHO, jadi wanita itu harus punya “harga diri”, baru kenal aja udah mau dipegang2, diajak keluar tengah malem, minta ditembak, dan keliatan ngebetnya. kamu bakalan dilihat jadi cewek gampangan, dear. boys need a challenge, if you’re so easy, they’ll not interested in you anymore.

mungkin mereka akan berpikir, belum jadi apa2 aja udah kayak gini, ya udah sekalian aja. hey women, take care of your self 🙂

just thinking..

PERNAH dengar suatu perkataan bahwa setiap laki-laki bisa memilih, tapi perempuan memiliki kriteria..

Atau kalo cowok itu menang milih, tapi kalo cewek menang nolak..
seems familiar, right? Memang, kebanyakan pria mengejar seseorang yang mereka sayangi, walaupun mereka tahu ada orang yang menyayangi mereka. Sedangkan wanita adalah orang yang akan menerima orang yang menyayanginya, belajar menyayangi orang tersebut. That’s why we have such a criteria. Cz we’ll accept someone that fixed in our criteria..
Well, I’m such a -little bit- perfectionist. selalu menginginkan yang terbaik, tapi saya juga berusaha menjadi yang terbaik, so I can get the best ^^

Dalam hal apapun, pastinya setiap orang berharap untuk mendapatkan yang terbaik, begitu pula saya.  Even for choosing someone as our life partner. Some of you may thought that I’m too early thinking about it. Tapi bukankah semuanya harus dipikirkan sejak awal? Bukankah dengan memikirkan sejak awal, kita akan tahu apa yang benar-benar kita mau? So we will trying so hard to make it true.

Well, that’s me. Saya pun menginginkan yang terbaik dalam memilih partner hidup. Jelas saya menginginkan seseorang yang ‘lebih’ daripada saya. Lebih dalam segala hal. Oke, I know that nobody’s perfect, but at least we try to change our bad behaviour. Atau paling tidak meminimalisir ketidak sempurnaan yang ada pada diri kita.

I want someone smarter, lebih alim daripada saya, lebih baik daripada saya, lebih sabar daripada saya, dan lebih-lebih yang lainnya.  oh ya, satu lagi. dia tidak merokok 😀

Mungkin tidak ada orang seperti apa yang saya inginkan. Tetapi setidaknya orang yang saya sayangi nantinya bisa berubah untuk menjadi lebih baik lagi. Bukannya tidak menerima apa adanya, tetapi -seperti dalam salah satu tulisan teman saya- menerima adanya apa. Dan apakah salah, kalau kita menginginkan seseorang itu untuk menjadi lebih baik? Bahkan membantunya untuk mengubah dirinya. Behind a great man, there’s a great woman, right?

Mengubah seorang pria, menurut teman saya, adalah dengan menyadarkannya, bukan dengan menyuruh. Karena jika dia sadar, dia akan lebih berusaha, berbeda dengan menyuruh. Hasil akhir berbeda, jelas. Orang yang sadar, perubahan sikapnya akan bertahan permanen. Setidaknya lebih lama daripada yang berubah karena disuruh.

tapi yah, tidak hanya mengubah pria tersebut, kita juga harus meningkatkan kualitas diri kita. wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik pula, bukan? jadii.. kalau kita ingin mendapatkan seorang laki-laki yang baik, jadilah seorang wanita yang baik.

wanita itu, dipilih dari agama, kekayaan, kecantikan, dan keturunan (keluarganya)

agama, seorang wanita jelas harus memiliki dasar agama yang kuat, dia akan bertugas mendidik anaknya kelak, bertanggung jawab atas perkembangan keluarganya, terutama untuk dirinya sendiri. wanita memiliki kesempatan yang jauh lebih besar untuk masuk ke surga, tetapi juga memiliki kesempatan yang lebih besar lagi untuk masuk ke neraka.

kekayaan, sekarang ini, dengan meningkatnya biaya hidup dan gaya hidup seseorang, semakin banyak biaya yang dibutuhkan, tidak menutup kemungkinan seorang wanita akan bekerja. saya jelas akan bekerja suatu saat nanti *amiin* walaupun ketika telah berkeluarga. memang, yang berkewajiban untuk mencari nafkah adalah laki-laki, suami. peran wanita di sini hanya sebagai menambah penghasilan keluarga. kalau saya sih, berfikiran bahwa ketika saya bekerja nanti, akan saya tujukan untuk keluarga, dan harus ada batasnya. seorang wanita, haruslah mengurus keluarganya dengan baik. saya akan bekerja, tetapi tetap tidak meninggalkan fitrah saya sebagai ibu dan seorang istri *tsaaah* :p

kecantikan, kecantikan luar (fisik) itu memang sangat memikat, tetapi inner beauty juga penting loh. buat apa memiliki istri yang cantik tapi jahat, judes, dan tidak disenangi dalam pergaulannya? yang baik adalah menyeimbangkan keduanya 🙂

keturunan, dilihat dari keluarganya, apakah berasal dari keluarga yang baik-baik atau keluarga yang buruk, karena keluarga adalah lingkungan tempat kita dibesarkan, itu akan sangat mempengaruhi perilaku kita ke depannya.

jadilah orang yang bijak memilih, baik laki-laki, maupun perempuan, dan semoga pilihan saya tepat. aamiiin! 😀