Ramadhan di Negeri Formosa

This is my first day of Ramadhan here in Taiwan, known as Formosa Country. Ketika subuh dimulai jam 3.39 a.m dan maghrib pada 6.49 p.m, di tengah 35 derajat suhu udara musim panas, di saat jauh dari keluarga dan saudara dekat, alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk bertemu bulan yang suci ini dan melaksanakan puasa.

Dengan segala keterbatasan yang ada, Alhamdulillah masih bisa menunaikan sahur pertama, walaupun tanpa keluarga, tapi ada teman-teman seperjuangan yang menemani. Semoga Ramadhan kali ini segala doa kita dikabulkan *semoga segera mendapat tiket lulus dari Profesor ya Allah, semoga conference lancar, aamiin*, segala impian kita dibukakan jalan, segala kesalahan dan dosa terhapuskan, semoga pahala yang disebarkan bisa kita dapatkan, dan semoga tetap istiqamah di jalan kebaikan, aamiin..

Happy fasting everyone, wherever you are!

2:183

 

โ€œO ye who believe! Fasting is prescribed to you as it was prescribed to those before you, that ye may (learn) self-restraint,-โ€ (Al-Baqarah (2:183))

Regards from Taiwan,

June, 29th 2014. 04.54 a.m

happy fasting

 

Advertisements

Taiwan Culinary Adventure: Zhongli Halal Food

As I am here in Taiwan, sebuah negara dengan prosentasi jumlah muslim yang hanyaย 0.2% saja (sumber: Chinese Muslim Association, Taiwan) sangatlah jarang bisa menemukan makanan halal di sini. Untungnya, lokasi kampus yang relatif”dekat” dengan masjid (kira-kira 30 menit, harus naik bus 2x) memungkinkan saya untuk menikmati makanan yang Insya Allah dijamin kehalalannya dari sebuah warung Indonesia,

Menunya khas Indonesia juga, opor ayam, kare ayam, rendang, soto,dkk.. Memang sedikit mengobati kerinduan akan masakan Indonesia di perantauan. Tapi tetep aja, rasanya lebih enak yang di Indonesia *haha*. Harga seporsi makanan di sini antara 60-80 NT. Selain bisa dibeli langsung ke warungnya, Mba Wati juga melayani delivery service untuk mahasiswa di NCU dan universitas lain di sekitar Taoyuan County. Delivery dilakukan seminggu sekali setiap hari Rabu. Jadi, Selasa malam Mba Wati akan mengumumkan menu yang bisa dipesan untuk hari Rabu (bisa pesan daging halal mentah juga) di grup facebook *sampai ada grupnya juga* kemudian pesanan akan diantar setiap Rabu malam ke tiap kampus yang memesan ๐Ÿ˜€

Warung Indonesia Mba Wati

Warung Indonesia Mba Wati

Ukuran satu porsi sangat banyak, lauk dan nasinya aja sampai menggunung *ketauan kalau makannya banyak* :p

Selain di daerah Masjid Longgan, ada juga makanan halal di Zhongli Night Market, kebab!

Dibandingkan dengan kebab turki baba r*f* yang terkenal di Indonesia itu, kebab ayam di night market ini lebih menyerupai chicken burger. Penjualnya seorang muslim Pakistan yang sudah lama di Taiwan. Harganya 60 NT untuk kebab with cheese. It is, indeed, delicious!

Pakistani Kebab

Pakistani Kebab

Selain itu ada juga Mie Thailand di dekat Zhongli Train Station, penjualnya orang Thailand muslim yang sudah lama di Zhongli. Rasa makanannya khas Thailand, lebih ke asam segar. Harganya sekitar 50-70 NT seporsi.

Mie Thailand

Mie Thailand

Pesanan saya waktu itu adalah mie seafood, isinya bola-bola kepiting, cumi, dan bakso ikan. Rasanya sedikit hambar kalau untuk lidah orang Indonesia yang sering makan makanan berempah, tapi mie ini enak dan segar ๐Ÿ˜€ Kalau ingin yang lebih berasa ada mie daging atau mie ayam, atau mau mencoba rujak ala thailand? Just come here and try the food *kok jadi promosi* :p

Selain makanan yang terjamin kehalalannya, ada beberapa makanan lain yang tidak ada penanda Halal, tapi kita sebagai muslim aman memakannya. Nantikan di blog post selanjutnya ^_^