Solo Backpacking Cambodia – Part 1: Preparation

It’s been a long time since I updated this blog. Due to the pile of works, finishing my master study, and current job (err actually it is because of my laziness, though :p). Lately I’ve been hooked on traveling, so I’ll post several of my old backpacking stories.

I went to Cambodia in December 2014. My paper accepted in APSIPA 2014 Conference, held in Siem Reap, Cambodia at 9-12 Dec 2014. I asked my Professor to go earlier for a tour and she allowed me to *yeeey*. So I prepare my journey a month before. Since I had plenty of time, I decided to visit its capital city, Phnom Penh before heading to Siem Reap. Here’s my list:

  1. Book flight tickets
  2. Plan itinerary
  3. Book hotel/hostel
  4. Book tuktuk driver

Flight Ticket

My lab paid for the flight tickets and hotel during the conference, so I am not going to tell you how to find a cheap flight tickets. I just find the flight that match with my itinerary, under the budget, of course x))

Itinerary

I was planning to spent a week in Cambodia from 6-14 Dec 2014. Exploring Phnom Penh first then heading to Siem Reap. I use “Trip It”, an android apps to help me save the itinerary. Here is my planned itinerary:

itin

 Hotel/Hostel

There are many cheap hotel/hostel in Cambodia. Just browse it in here, here, here or stumbled upon some traveler’s blog to find recommendation. Before my departure, I book accommodation in Siem Reap. During the conference, I stay at Bou Savy Guesthouse. I chose it because it is only 5 minutes walk from the conference venue, which is held in Sokha Angkor Resort (this 5 star hotel is nice, stay here if you got the money! x) )

Bou Savy is nice, I book for single bed, AC, with private bathroom, but they upgraded me to twin bed, AC, also with private bathroom *happy*. The breakfast is included in the package, and the menu is varied, from a simple baguette (with jam/egg)  to the traditional rice noodle dish. Since I wanted to taste its traditional food, I ordered the vegetable rice noodle dish, but the waiter said I couldn’t eat the dish since I am Moslem. You shouldn’t be afraid to go to Cambodia if you’re Moslem, there are Moslem community in Cambodia, so they’re familiar with Moslem rules, this country is Moslem friendly 😀

After the conference was over, I decided to move to the cheaper hotel near the night market, Mandalay Inn Hotel. The hotel was okay, $7 for single room AC with private bathroom, no breakfast included.

Tuktuk Driver

This is important. Since I traveled alone and in Cambodia the public transportation is confusing me, I booked tuktuk to drove me around the city. I looked someone who could speak English or Indonesian. In Phnom Penh, I book Nasim, a Moslem driver, ever worked in Malaysia, so he could speak English and Melayu (contact me if you need his number), while in Siem Reap, I book another Moslem driver, Salim. He also could speak English and Melayu.

 

So the preparation was done, and I was ready to go on board!

… to be continued to Part 2

 

 

Advertisements

Coffee Taste Malang

Hari ini kulineran sama adek ke coffee taste malang. Emang dari kemaren-kemaren waktu ada yang bahas coffee taste di twitter udah pengen ke sini, akhirnya kesampaian deh sebelum liburan berakhir kulineran ke sini 😀 Tempatnya di Jl. Sarangan 21 A, di ruko-ruko yang sebelah burger buto. Di coffee taste ini ada 2 lantai, lantai pertama disekat antara smoking dan non-smoking area, kalau di lantai 2 buat  non-smoking area aja. Suasananya menyenangkan, adem, ada musicnya (walaupun bukan dari live-music), ada wi-fi + colokan nya juga (tapi nggak cepet-cepet amat sih, paling cepet 35 KBps untuk di lantai 2 *masih lebih cepet modem :p*), dan yang oke, pelayanannya cepeet 😀

Makanannya bernuansa western, dari pasta — lasagna, fettucini, spaghetti, macaroni dkk—, pizza, burger, wafel, pancake, zuppa soup juga ada. Kalau mau cemilan di sini ada french fries, jamur krispy, dan cemilan standar lainnya :p Minumannya ada yang coffee & non-coffee. Enak-enak kok makanannya 😀

Hari ini aku sama adek pesen lasagna in red sauce, fettucini aglio olie beef, green tea coffee ice blend, sama tiramisu coffee ice blend.

Fettucini Aglio Olie Beef

Fettucini Aglio Olie Beef

Fettucini aglio olie beefnya pedes, banyak “ranjau” —potongan cabe rawit :p— dan adek menghabiskannya dalam sekejap :p

Lasagna with Red Sauce

Lasagna with Red Sauce

Lasagnanya porsinya lebih sedikit dari di illy, tapi enak kok, daging + kejunya banyak :p Pertamanya kukira red sauce itu pedes, ternyata eh ternyata, manis rasanya -.-

Tiramisu Coffee Ice Blend

Tiramisu Coffee Ice Blend

Minuman pesenan si adek, tiramisu coffee ice blendnya berasa kayak tango tiramisu *halah :p*, kalau pesenanku, lebih kerasa green teanya daripada coffeenya. Awalnya agak aneh, lama-lama jadi enak :p

Green Tea Coffee Ice Blend

Green Tea Coffee Ice Blend

Dan karena masih laper, nambahlah kami wafel, haha :p Wafelnya enaaaak, yang original, dengan sirup maple, ada 3 tumpuk, rasa wafel yang gurih + maple syrup yang manis adalah perpaduan yang pas! 😀

Original Wafel

Original Wafel

Oh iya, harganya mulai dari Rp 4.000,- (mineral water :p) hingga Rp 32.000,- (pizza). Rata-rata harganya sekitar Rp 15.000 an lah.  Masih cukup buat dompet mahasiswa seperti saya *tapi sesekali aja, dan di awal bulan* :p

ThaiNam-Thailand and Vietnam Cuisine, Malang

Kemarin (03/02/2013) diajak makan makan sama Ibu di ThaiNam, Resto & Cafe dengan specialtynya masakan Thailand & Vietnam. Resto ini terletak di Jl. Kawi No. 35 Malang, right in front of MOG. Dari luar memang tidak kelihatan “meyakinkan” soalnya pintu masuknya sedikit nyempil. Pertama kali masuk, tempat makannya semacam di lorong gitu, dengan suasana remang-remang khas bistro Prancis *kayak pernah-pernah aja :p* tapi ternyata tempatnya lumayan luas, masih ada ruangan di sisi kanan “lorong”. Tempatnya menyenangkan, adem ber AC, suasana cozy, dan music yang diputar oke, dihiasi dengan pernak pernik Thailand – Vietnam, dari foto-foto di dinding, sepeda khas petani Vietnam beserta capingnya, sampai ornamen gajah dan arca-arca khas Thailand.

Suasana ThaiNam

Suasana ThaiNam

Range harganya mulai Rp 10.000,- hingga Rp 50.000,-. Harganya agak mahal sih buat saya yang masih mahasiswa, tapi berhubung keluarnya diajak Ibu, jadi dibayariin dong :D. Di sini makanan dikelompokkan menjadi appetizer, veggies, fried rice, specialties, dan dessert & drinks. Hari ini kami pesan Tom Yam, Ga Luc Lac, Pla Rad Prik, Khao, dan Pad Woo Sen. Namanya memang dalam bahasa Thailand – Vietnam, tapi ada penjelasannya sih di menunya, jadi nggak perlu khawatir 😀

Tom Yam

Tom Yam

Tom Yam itu semacam Sup — dengan pilihan isi udang / seafood — yang rasanya asam spicy. Tom Yam di ThaiNam ini rasa asamnya terasa sekali karena jeruk nipis —mungkin— yang ditambahkan dengan serai dan daun jeruk. Enaak :9

Pad Woo Sen

Pad Woo Sen

Pad Woo Sen adalah Soun Thailand goreng dengan telur, kucai, dan otak-otak. Ada jamur kuping dan sayur-sayuran juga sih sebenernya.  Rasanya kalo saya kurang suka, masih kerasa amis dari telurnya. Tapi adek + Ibu bilang biasa aja —which is mean nggak amis— jadi mungkin cuma perasaan saya aja :p

Ga Luc Lac

Ga Luc Lac

Ga Luc Lac itu sebenarnya adalah daging —ayam/sapi, you can choose one— lada hitam yang disajikan dengan fresh salad. Saladnya terdiri dari daun yang saya nggak tau namanya tapi rasanya sedikit pahit, bawang bombay, dan tomat. Rasa dagingnya enaaak, empuk, tapi saladnya pahit 😐

Pla Rad Prik

Pla Rad Prik

Masakan yang satu ini adalah Pla Rad Prik, yaitu gurami goreng tepung dengan saus khas ThaiNam. Saus ThaiNam ini menurut saya seperti sambal bangkok tapi lebih manis. Guraminya memang digoreng crispy, tapi dagingnya masih lembut banget :9

Oh iya tadi saya menyebutkan Khao, itu adalah nasi putih. Karena semua udah tau jadi nggak perlu screenshotnya lah ya :p Untuk minumannya tadi pesan Iced Lemongrass Soda, Iced Thai Green Tea, dan Iced Lychee Tea with Lemongrass.

Iced Lemongrass Soda

Iced Lemongrass Soda

Minuman yang satu ini terdiri dari soda tanpa rasa, madu, dan lemongrass (sereh). Dan rasanya dominan lemongrassnya. Agak aneh karena nggak terbiasa, tapi enak kok :9

Iced Thai Green Tea

Iced Thai Green Tea

Minuman paling enak hari ini adalah Iced Thai Green Tea ini, rasanya nggak seperti ocha yang berbau amis semacam nori, tapi wangi dan ada campuran susunya. Thai Green Tea instan bisa beli di mana ya? enak banget sih, jadi mau lagi :9 Minuman yang lain, Iced Lychee Tea with lemongrass terdiri dari iced tea, lemongrass, dan leci kalengan. Rasanya semacam teh botolan fut*mi lychee, tapi lebih enak *ya iyalah* dan minuman ini nggak sempat kefoto :p

Pelayanan di ThaiNam menyenangkan, friendly, dan serving foodnya juga cepat. Waktu menunggu itu diberikan cemilan kerupuk —nggak tau namanya— sama sambal bangkok. Selain itu di sini juga diberikan Loyalty Card, yaitu kartu yang digunakan untuk mengumpulkan stiker yang bisa ditukar dengan menu tertentu 😀

Overall, di sini enak sih tempatnya, cocok buat candle light dinner bersama pasangan, atau makan bersama keluarga :3 ThaiNam ini buka setiap hari mulai 10.00-22.00, bisa delivery service juga, tapi syarat dan ketentuan berlaku 😀 This Resto is recommended!

Review: Habibie dan Ainun

Hari Kamis, 3 Januari 2013 lalu di tengah jadwal kuliah yang menggila dan tugas yang membanjir *tsaah* akhirnya saya berkesempatan ke bioskop nonton Habibie dan Ainun, itupun dadakan gara-gara kuliah sorenya batal. Karena baru beli 15 menit sebelum filmnya dimulai, kami dapat kursi di deretan H. Nggak papa lah ya, daripada nggak dapet kursi :p

Habibie dan Ainun Movie Poster

Habibie dan Ainun adalah sebuah film yang diangkat dari biografi Pak Habibie dengan judul sama, Habibie dan Ainun. Film ini berkisah tentang perjalanan cinta Pak Habibie dan (Almh.) Bu Ainun. Perjalanan ini dimulai dari mereka “dijodohkan” oleh guru mereka di masa SMP, ketika itu Habibie tidak suka dan mengejek Ainun seperti gula jawa 😀 Mereka kemudian berpisah, karena Habibie melanjutkan kuliah di Jerman. Di tengah perkuliahan, Habibie terinfeksi TBC dan harus pulang ke Indonesia. Saat inilah Habibie bertemu dengan Ainun yang saat itu telah menjadi seorang dokter di Bandung. Di sini diperlihatkan proses pendekatan dan perjuangan Habibie melamar Ainun sampai akhirnya mereka menikah dan hidup di Jerman.

Kehidupan Habibie dan Ainun di Jerman sangat sederhana, karena pada masa itu Habibie masih meniti karir. Kehidupan mereka semakin lama semakin membaik hingga saat Presiden Soeharto memanggil Habibie pulang ke Indonesia untuk membangun negeri di bidang transportasi udara. Di film ini juga diperlihatkan perjuangan Habibie di Indonesia mulai pembangunan pesawat perdana N250 Gatotkaca hingga saat-saat Habibie menjadi Presiden Indonesia yang ke-3. Di lain pihak, penyakit kanker ovarium yang menyerang Ainun mulai parah. Di saat inilah, kisah cinta mereka diuji. Ainun sakit dan harus dirawat di Jerman. Kisah dramatis Habibie dan kedua anaknya yang menemani Ainun hingga akhir hayat beliau sungguh menguras emosi penonton. Tak sedikit penonton yang menitikkan air mata melihat film ini *termasuk saya juga sih :p*

Film ini sangat bagus, dengan tata film yang indah dan sesuai dengan tahun kejadian, hingga akting pemainnya. Reza Rahadian memerankan Habibie dengan sangat baik. I can see Mr. Habibie over Reza Rahadian act. It is sooooo awesome 😀 cara berjalan, berbicara, bersikap, sungguh mirip dengan Pak Habibie yang sebenarnya. Begitu bersinarnya Reza di film ini, sehingga menurut saya Bunga Citra Lestari tertutup, aktingnya kurang kuat sebagai pendamping Pak Habibie *ini pandangan orang awam sih yaa :D*

Yang saya rasa mengganggu dari film ini adalah penempatan sponsor di scene tertentu secara frontal dan sangat dipaksakan. Tapi memang sih, saya rasa budget film ini sangat besar, sehingga membutuhkan sponsor yang lumayan. Akan tetapi lebih baik jika penempatan produk sponsor sangat halus dan tidak dipaksakan sehingga penonton tetap nyaman melihatnya. Alur kisahnya berjalan dengan lambat di awal, cepat di bagian tengah ketika Habibie kembali ke Indonesia, dan melambat lagi saat Ibu Ainun dirawat di Jerman.

Terlepas dari sedikit kekurangan film ini, Faozan Rizal dan kru film Habibie dan Ainun telah bekerja dengan sangat baik membawa perjalanan cinta Pak Habibie dan Almh. Bu Ainun ke layar. This movie is sooo worth to watch!! 😀

Sugoi Tei 2nd Anniv: All You Can Eat!

Malam minggu terakhir di tahun 2012, saya putuskan untuk ikutan all you can eat di @sugoitei dalam rangka 2nd anniversary. Pesen dari seminggu sebelumnya, kami berlima (saya, @sunhyu, @fhieluv, @fayfayfaye, @AldestPislova) dapet jam kedua, jam 18.00-19.00, biayanya Rp 65.000,00. Baru pertama kali ke sugoitei, langsung ikut all you can eatnya. Kalo pas hari biasa, harga yang ditawarkan tidak sesuai dengan status mahasiswa-akhir-bulan saya :p

SugoiTei’s 2nd Anniversary

Di acara ini, menu yang disediakan banyak banget! Ada chicken katsu, tempura, chicken teriyaki (yang rasanya terlalu manis buat lidah saya), ramen, fresh salad (buah + sayur), gindara teriyaki, chicken hot babe, dan segala macem sushi! *lupa nggak fotoin, hehe XD* Makan part 1, ambil segala macem sushi roll *kecuali yg mentah :p* + katsu + teriyaki. Baru separo makan udah kenyang banget, padahal udah dibela-belain nggak makan siang demi mengosongkan perut :p. Makan part 2, semangkuk kecil ramen + melon. Kenyang bangeeet, sampe 2 jam setelah makan pun masih kekenyangan *ngeblog ini juga masih dalam kondisi kekenyangan :p

Makanannya enak-enak kok, khas Japanese food, hambar *selain chicken teriyaki yang manis banget + kuah ramen yang kata temen kayak semur asin* :p sayangnya, cuma dapet segelas ocha, kalo mau nambah minum kena charge 😦 *emang strategi bisnis sih ya, dengan makan sebanyak itu pasti haus, yang gak tahan nambah minum lagi deh :p. Sushinya jg banyak nasinya, kalau mau ambil banyak-banyak nggak mungkin muat perutnya, jadi ambil secukupnya *again, business strategy :p

@fhieluv w/ @sunhyu

@fhieluv w/ @sunhyu

me @sugoite's all you can eat event

me @sugoite’s all you can eat event

Kalo diliat-liat itu tumpukan di piring banyak juga yak :p *gak mau rugi, bayar 65k lho :p. Paling enak itu ikutan event makan-makan gini sama temen-temen yang nggak jaim kalo makan. Jadinya kita nggak jaim juga :p Boleh deh kapan-kapan nyobain event all you can eat kayak gini lagi. Overall, worth it lah 65k buat all you can eat yang tadi, apalagi kalau boleh nambah ocha! 😀

Review: The Hobbit: An Unexpected Journey

Akhirnya, hari ini bisa nonton juga setelah sekian lama nggak bisa main gegara jadwal kuliah yang padat merayap *tsaah

Film yang aku tonton hari ini adalah The Hobbit: An Unexpexted Journey. Film ini diangkat dari novel berjudul The Hobbit karya J.R.R Tolkien yang terbit sebelum trilogy Lord of The Ring. Film yang seharusnya ada sebelum LOTR ini berdurasi 2 jam 45 menit, durasi yang cukup lama untuk sebuah film yang bahkan masih bersambung.

The Hobbit: An Unexpected Journey

The Hobbit: An Unexpected Journey ini adalah seri pertama dari trilogi The Hobbit directed by Peter Jackson. Film kedua berjudul “The Hobbit: The Desolation of Smaug,” akan ditayangkan 13 Desember 2013 dan seri terakhirnya, “The Hobbit: There and Back Again,” akan ditayangkan 18 Juli 2014.

Seri pertama trilogi The Hobbit ini bercerita tentang seorang Hobbit, named Bilbo Baggins from Bag End, Shire, yang ikut berpetualang dengan sekelompok kurcaci dan seorang penyihir bernama Gandalf menuju Gunung Erebor, untuk merebut kembali kerajaan para kurcaci yang direbut oleh seekor naga api, Smaug, bertahun-tahun yang lalu. Bilbo, Gandalf, dan ketigabelas kurcaci yang dipimpin oleh Pangeran Kurcaci bernama Thorin Oakenshield ini menempuh perjalanan panjang menuju Erebor melalui daerah berbahaya, menantang, dan bertemu dengan Orcs, Trolls, Goblin, dan makhluk berbahaya lainnya. Di perjalanan, ketika diserang oleh Orcs, mereka ditolong oleh pasukan Peri. Di Rivendall, tempat tinggal para peri inilah peta rahasia menuju Erebor dipecahkan. Di terowongan goblin, Bilbo bertemu dengan Gollum, dan menemukan cincin yang akan berperan penting dalam cerita ini, juga pada trilogy LOTR.

Overall, film pertama ini cukup bagus. Peter Jackson bisa membangun film yang seharusnya muncul lebih dahulu sebelum LOTR ini sehingga terlihat nyata, sama halnya dengan LOTR, dengan pemeran yang sama dengan yang ada di LOTR, sehingga penonton tidak akan merasa aneh ketika menonton film ini.

Kekurangannya, well menurut saya, alur ceritanya sangat lambat.Mmemang, sinematografinya sangat bagus, sehingga terlihat sangat nyata, tetapi dengan alur yang lambat ini, penonton akan dibuat bosan. Selama hampir 3 jam untuk sebuah film yang berisi peperangan, walaupun dengan lawan dan setting yang berbeda, saya merasa bosan.

Tapi yah, film Peter Jackson ini menurut saya lebih “menyenangkan” dibandingkan dengan novelnya. *Apa karena pertama kali membaca The Hobbit saya masih kelas 1 SMP?* Apapun alasannya, it’s awesome! The Hobbit, trilogy LOTR, adalah beberapa film yang menurut saya lebih menarik dibandingkan dengan novel aslinya. So, this movie is just recommended!

You may be want to visit here:

Official Trailer

Official Website

IMDB review

 

Event I Love the Most: Bookfair!!

Di penghujung tahun ini, setelah beberes kamar yang mirip-mirip kapal pecah *:p* ternyata masih ada beberapa buku yang nangkring di rak tanpa sempat dibaca. Buku-buku itu hasil perburuan di di bookfair 😀

Tahun ini sudah mengunjungi 4 bookfair, dan kalap beli ini itu *mumpung diskon, hihi :p

Kalau dateng ke bookfair itu…

  1. nggak cukup sekaliii 😀 pertama dateng survei dulu, sekalian beli beli buku yang sudah diincer. kedua kalinya, muter-muter lagi, kali aja ada buku yang baru dateng 😀
  2. lebih enak sendirian, kalau sama temen, ajak temen yang bookworm juga, biar nggak rempong ngajakin pulang padahal kita masih belum puas hunting 😀
  3. bawa uang sesuai budget, biar nggak ludes uang tabungan :)) *ini yang terjadi waktu aku ke pesta malang sejuta buku, berhubung baru gajian, bawalah duit yang lumayan, dan menghabiskan separuh dari jatah bulanan buat belanja belanji buku *astaghfirullah, kalap* dan harus hidup prihatin sampai akhir bulan :p
  4. pakai outfit yang nyaman dan barang bawaan ringan, biar nggak ribet kalau lagi hunting 😀

 

dari Islamic Bookfair di Skodam, ke Pesta Malang Sejuta Buku di Gedung Kartini,  Gramedia Fair di hall Matos, sampai diskon akhir tahun Togamas, buku-buku yang dibeli adalaaaah:

  1. Drachenreiter  (Sang Penunggang Naga) — Cornelia Funke
  2. Tokyo — Mo Hayder
  3. Anak-Anak Langit — Terrence Cheng
  4. Eat, Pray, Love (edisi Bahasa Indonesia) — Elizabeth Gilbert
  5. Ways to Live Forever — Sally Nicholls
  6. The Ghost (Sang Penulis Bayangan) — Robert Harris
  7. The Art of War for Women — Chi-Ning Chu
  8. The Professor and The Madman — Simon Winchester
  9. The Eternity — Douglas Preston & Lincoln Child
  10. Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah — Tere Liye
  11. Bumi Manusia — Pramoedya Ananta Toer
  12. Honeymoon with My Brother — Franz Wisner

apa lagi ya? seingetku masih ada, tapi sudah dibaca dan sedang dipinjam, jadi lupa :))

Tahun ini beli buku lebih dari 10, tahun depan semoga diberi rejeki yang cukup biar bisa beli lebih banyak buku 😀

Batu Wonderland

Sebenernya udah lama sih ke Batu Wonderlandnya, tp baru diposting sekarang *lagi males sih :p

Jadi, Batu Wonderland itu kompleks hotel, shopping center, playground, dan mini waterpark.

Lokasinya di JL.  Imam Bonjol No. 9 Batu, Jawa Timur, Telp. 0341-595929. Karena waktu itu cuma nyobain waterparknya, jadilah yang saya review cuma waterpark aja 😀

Waterpark di Batu Wonderland ini ukurannya tergolong kecil, nggak seperti waterpark lainnya.  Terdiri dari 2 kolam, kolam permainan, dan kolam untuk renang biasa. untuk kolam permainan, kedalaman air ± 20-70 cm saja, sedangkan kolam renang biasa kedalamannya ± 125 cm. Maklum, sasarannya kan untuk anak kecil. Waktu ke sana berasa salah tempat, habis isinya anak kecil semua. Orang dewasa yang ada ya orang tua anak-anak tadi :p

Kolam 125cm

Permainan (1)

Permainan (1) from behind

Permainan (2)

Permainan (2) From Behind

Photo Corner

Isi permainannya juga lumayan bagus kok, anak-anak pasti suka. Lagipula, tiketnya nggak mahal untuk ukuran waterpark. Tiket untuk hari Senin-Sabtu Rp. 10.000,oo, hari Minggu Rp 20.000,oo. Di Batu Wonderland ini juga disediakan penyewaan pelampung ban untuk waterboom Rp 20.000,oo, ban besar Rp 10.000,oo dan ban kecil Rp 5.000,oo.

Batu Wonderland buka setiap hari, dari Senin-Minggu mulai pukul 09.00. Terlalu siang sih menurut saya, habisnya kalau berenang kan lebih enak pagi-pagi, selain udaranya masih segar, matahari masih belum terik, jadi kulit nggak terbakar 😀 Tapi kalau anak kecil pasti nggak peduli, yang penting main air :p

Sedangkan untuk hotel nggak begitu mahal kok, cuma karena nggak nginep, jadi nggak bisa kasi review tentang hotelnya. Selain waterpark ada playground untuk anak balita yang masih terlalu kecil untuk renang, atau yang orang tuanya nggak bisa jaga. Seingat saya ada “wahana” mandi bola dan alat permainan yang ada di resto cepat saji KFC :p. ada tempat belanja oleh-oleh juga, jadi kalau tidak sempat ke pusat oleh-oleh bisa langsung beli di situ.

Overall, menurut saya Batu Wonderland ini recommended buat keluarga yang mau rekreasi ke Batu, apalagi dari luar kota.  Fasilitas lengkap, dekat dengan tempat rekreasi lainnya, dan harganya juga terjangkau.

A Trip To Madura..

Awal semester ini Lab Telkom jalan-jalan ke Madura, ke rumahnya bokiir… walaupun nggak full team, cuma 8 orang yang ikut, tp seruu..

Berangkat dari Malang jam set 7.. *harusnya abis subuh udah berangkat, tp gara-gara pak supirnya ngaret -angga- jadi baru berangkat jam set 7. Perjalanan ke Madura lancaarr.. Nggak kena macet di Porong.. Sepanjang perjalanan nyanyi-nyanyi, yang paling sering diputer adalah lagunya Sheila on 7! Ketawa-ketawa terus, sampe si Wiwik tiba-tiba nangis gara-gara dapat kabar kalau si Bombom, anjingnya sakit + harus dibunuh biar nggak lama nahan sakitnya 😦

Sampai Bangkalan sekitar jam 11.. langsung ke tempat makan yang enak di Madura. Bebek Sinjay!!! Bebeknya enak bangeeeetttt.. ditambah sama sambal mangganya, yummy banget.. Harganya juga murah untuk ukuran bebek.. 12.500 tiap porsinya.. Mantapp..

@ Bebek Sinjay, Bangkalan

Abis dari Bebek Sinjay, meluncurlah kita ke sebuah pantai di daerah Sampang. Berhubung di Madura itu pantai yang bagus adanya di daerah Sumenep, jadi pantai yang kita kunjungi ini emm.. sedikit tidak terawat dan jarang pengunjungnya. Perjalanan ditempuh sekitar 1,5 sampai 2 jam..

Sampai di Pantai Camplong, tiket masuknya cuma Rp.2000,- aja lo.. tapi ya gitu.. pantainya nggak terawat.. Jarak antara Pantai dan lautnya deket banget.. Sampah juga masi berserakan. Pantai ini sebenernya bisa jadi salah satu komoditi wisata di Sampang kalau diurus dengan benar.

@ Pantai Camplong, Sampang

Berhubung nggak banyak yang bisa dilihat-lihat di Pantai Camplong, berangkatlah kita ke Pamekasan, ke rumahnya bokiir.. Perjalanan sekitar 1,5 jam.. Sebelum ke rumahnya bokir kita mampir dulu ke masjid agung Pamekasan, sama ke alun-alunnya.

Di rumah bokir, jamuannya mantappp… Sampe nggak muat lagi deh ini perut.. Makasih banyak tantee! masakannya enak, hoho..

@ Rumah Bokir, Pamekasan

Istirahat dulu di rumah bokir, jam 5 sore pamitan, sebelum pulang mampir dulu ke rumah Mita, temen kuliah yang rumahnya di Pamekasan juga.. Terus mampir deh beli oleh-oleh.. Sayangnya kemarin belum sempat mapir ke api tak kunjung padam + ke kampung Lorjuk gara-gara udah malem dan harus pulang *nggak ada rencana nginep siih*

Sampai di Malang jam 3 pagi, gegara kena macet di Porong ±5 jam. Walaupun sampai rumah dimarahin juga gara-gara pulang “kepagian”,  tapi seru sekaliii jalan-jalan sama Lab Telkom \m/

@durianpancakeN

ada yang ngefans sama durian? atau makanan olahan durian? sayaa! entah kenapa ada orang yang nggak suka sama durian. padahal kan enak bangeeett.. rajanya buah buahan ya durian dong! durian ini paling enak dimakan langsung dalam bentuk buah. tapi yang dimakan dagingnya aja ya, kulitnya jangan deh. tapi kalo mau nyobain ya silakan :p

tapi nggak kalah enak kalo dijadikan olahan makanan/minuman, misalnyaa, jus, waffle, es krim, ketan durian, daan pancake. di Malang ada 1 lagi kuliner yang berbau durian. pancake durian!

lokasinya di Griyashanta (belakang dapur kota), bisa delivery tapi minimal order 4 pieces. durianpancakeN ini semacam franchise dari durianpancake yang asalnya dari jakarta. pertama kali tau ada durianpancake dari twitnya @radityadika yang promosi betapa enaknya si durianpancake ini. ngubek-ngubek twitter, eh ternyata si @durianpancake cuma bisa delivery ke jabodetabek. *kecewa*

tapi beberapa bulan yang lalu, dikasih tau seorang teman kalau di malang ada yang jual pancake durian juga. langsung deh ngubek-ngubek twitter, dan ketemu si @durianpancakeN ini. langsung deh ada hasrat pengen nyobain, dan baru kesampaian 1 minggu yang lalu.

harganyaa, mulai dari Rp12.000,- untuk yang original.. kalau menurut saya, porsinya mini banget. cuma sekotak mika yang kecil itu.. tapi wajar sih ya, maklum isinya durian medan yang terkenal itu.. tapi teteep… berasa mahal untuk kantong mahasiswa :p

ke sana beli yang original sama dobel choco. kalau yang original enaaaakkk.. duriannya kerasa banget, tapi kalau yang dobel choco, rasa duriannya ketutup sama rasa coklatnyaa.. bagi yang nggak suka durian, ada rasa lain loh, blueberry pancake misalnya, tapi belum nyoba sih..

ini dia penampakannya durian pancake 😀

kiri: dobel choco, kanan: original

yang mau nyobain, langsung ke tempatnya di Griyashanta belakang dapur kota. follow twitternya @durianpancakeN untuk informasi lebih lanjut 😀