AVIAT NETWORKS: Official Wireless Transmission Blog

1. What is QAM?

Modulation is a data transmission technique that transmits a message signal inside another higher frequency carrier by altering the carrier to look more like the message. Quadrature Amplitude Modulation (QAM) is a form of modulation that uses two carriers—offset in phase by 90 degrees—and varying symbol rates (i.e., transmitted bits per symbol) to increase throughput. The table in this blog post (Figure 1) describes the various common modulation levels, associated bits/symbol and incremental capacity improvement above the next lower modulation step.

2. Must all operators who use microwave backhaul use higher-order QAMs?

Higher-order QAMs are not necessarily a must-have for all network operators. However, higher-order modulations do provide one method of obtaining higher data throughput and are a useful tool for meeting LTE backhaul capacity requirements.

3. What is the main advantage of using higher-order QAMs with microwave radios?

The main advantage is increased capacity, or…

View original post 721 more words

Tips: Choosing Your University- [My Version]

The important thing in life is not the triumph but the struggle. –  Pierre de Coubertin

Begitu banyak beasiswa yang ditawarkan, mulai dari universitas di berbagai negara, perusahaan-perusahaan ternama, hingga dari institusi pemerintah. Karena banyak beasiswa yang ditawarkan, pada akhirnya kita bingung untuk memilih yang mana yang paling sesuai.  Nah, berikut adalah tips -tips versi saya untuk memilih universitas yang akan kita apply 😀

1. Choosing The Scholarship

Beasiswa yang ditawarkan memang sangat banyak, dan yang harus diingat adalah memilih beasiswa yang sesuai dengan keinginan kita. I mean, jangan pilih beasiswa tentang politik kalau kita ingin belajar teknik elektro, misalnya *ya iyalah* :p Setelah melakukan eliminasi ini, baca syarat beasiswa tersebut. Jika ada salah satu hal yang tidak mungkin dipenuhi, coret dari daftar pilihan. Misalnya, beasiswa hanya diperuntukkan bagi WNI, jika Anda warga negara asing, jelas akan ditolak 😀

Persyaratan semacam kemampuan bahasa seperti TOEFL, TOEIC, IELTS, atau bahkan TOPIK (Bahasa Korea) dan HSK (Bahasa Mandarin) masih bisa diusahakan. Jangan patah semangat! 😀

2. Choosing The University(s)

Ada beberapa beasiswa yang “terpisah” dengan universitas tujuan. Misalnya KGSP, DAAD, Erasmus Mundus, beasiswa DIKTI dsb. Dalam beasiswa ini kita diperbolehkan memilih sendiri universitas tujuan yang akan kita apply, dengan batasan tertentu. KGSP misalnya, kita diperbolehkan memilih 1(jika langsung mendaftar ke universitas tersebut) atau 3 (jika melalui kedutaan besar) universitas dari total 60 universitas yang tersedia.  Nah, bagaimana kita memilih universitas tujuan? Menurut saya, hal-hal yang perlu diperhatikan untuk memilih universitas tujuan adalah:

  • Adanya bidang ilmu yang kita inginkan

Ada beberapa universitas yang tidak memiliki bidang ilmu yang kita inginkan. Atau beasiswa yang ditawarkan tidak mencakup bidang ilmu yang kita inginkan. Harus jeli dalam membaca requirements scholarship tersebut.

  • Adanya Professor yang ahli di bidang riset yang kita ajukan

Pilihlah universitas yang memiliki Professor yang ahli di bidang riset kita, jika tidak, maka kemungkinannya kita akan kesulitan dengan riset tersebut dan bisa-bisa ganti judul riset 😀

  • Ketersediaan alat-alat laboratorium

Jika kita memilih riset yang memerlukan kerja laboratorium, pilihlah universitas yang memiliki ketersediaan alat yang lengkap, atau jika tidak, universitas yang menjamin bahwa kita bisa mendapatkan alat tersebut, dengan meminjam atau membeli, dan sebagainya.

  • Lingkungan universitas

Lingkungan yang kondusif juga mendukung mood kita untuk menyelesaikan studi 😀 Kemudahan berkomunikasi dengan penduduk sekitar maupun Professor dan staff di universitas juga dipertimbangkan. Akan lebih baik jika kita bisa menguasai bahasa yang digunakan di daerah/negara tersebut 😀

  • Biaya hidup di negara/daerah tersebut

Jika scholarship tidak mencakup living cost, harus dipertimbangkan biaya hidup di daerah tersebut, apalagi jika membawa keluarga. Jangan sampai mengalami permasalahan karena tidak bisa membiayai living cost di sana. Jika memungkinkan, tanyakan pada pihak universitas apakah ada beasiswa yang mengcover biaya hidup atau tunjangan yang bisa kita dapatkan. Bisa juga bekerja part time untuk memenuhi biaya hidup, tapi untuk pelajar asing, biasanya dibatasi jam kerjanya. Well, biaya hidup itu tergantung gaya hidup. Tidak peduli seberapa besar beasiswa yang kamu dapatkan, jika gaya hidupmu jauh di atas yang kamu bisa penuhi, tetap akan terasa kurang.

Intinya, kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang universitas atau beasiswa yang ingin kita apply. Jangan sungkan untuk bertanya kepada contact person yang tercantum jika ada yang kurang dimengerti. Jangan malas mengurus berkas! Selamat berburu beasiswa dan jangan patah semangat. Fighting~ \m/

Nothing we ever imagined is beyond our powers, only beyond our present self-knowledge – Theodore Roszak

 

It’s not about the money..

Sudah setengah tahun saya “bekerja” sebagai “guru” les privat. Pertamanya sih, karena nggak ada kerjaan :p nganggur nunggu pengumuman kuliah yang ternyata baru diumumkan bulan November. Karena bosen nganggur nggak ngapa-ngapain, melamarlah saya ke My Tutor, salah satu lembaga bimbingan belajar di daerah Jl. Taman Slamet, Malang.

Murid pertama saya adalah Sabrina, seorang homeschooler, yang karena kondisi kesehatannya harus memilih homeschooling. Sabrina murid kelas 2 SMP, dan saya bertugas sebagai tentor IPA untuk Sabrina. Murid kedua saya adalah Dafa, kelas 1 SMP di salah satu sekolah negeri di kota Malang. Murid ketiga saya, Rizky, anak sang empunya LBB, seorang murid kelas 4 SD. Selain mereka, ada James, 1 SMP, dan Alicia, 5 SD, serta baru-baru ini ada Dita, 1 SMA yang saya tentori tidak melalui My Tutor, that’s because they are my father’s friend’s children :p Basically, saya mengajar nyaris semua mata pelajaran (SD-SMP), dan IPA untuk SMA.

Setelah menjalani selama 5 bulan di My Tutor, I decided to quit, karena selain rumah murid terlalu jauh dari rumah saya, juga karena jadwal kuliah yang mulai padat. My family also wanted me to quit the job in My Tutor. Jadi, sekarang murid saya tinggal James, Alicia, dan Dita.

It’s not about the money. Yes, I’m doing this not because of the money, karena well, berapa sih gaji seorang tentor? Jika dibandingkan dengan pekerjaan full time lainnya, tidak sampai 10% *ya iyalah :p* I chose this job because I love teaching. Yah, saya pikir itu yang setidaknya bisa saya lakukan di Malang sambil menjalani perkuliahan. I also learned something during this job. How to handle the children, how to teach them well, karena mereka akan cepat bosan. Di sekolah saja sudah banyak yang harus dipelajari. Belum lagi PR, apalagi jika ditambah les. Besides earning some money, I could share my knowledge to another. Bukankah ilmu yang selalu dimanfaatkan itu nantinya akan menjadi tabungan amal kita di akhirat? 😀

“In learning you will teach, and in teaching you will learn.”  ― Phil Collins

“Share your knowledge. It is a way to achieve immortality.”  ― Dalai Lama XIV

Terus gini ini fungsinya buat apa yaa? (thinking) :p

NewsFeed

It’s mathematicians’ idea of an arms race: the unending quest to find the largest prime number. Like an archaeological expedition, a new number has taken top honors as the longest — and it’s over 17 million digits long. Curtis Cooper, a researcher at the University of Central Missouri, reportedly spent four years searching for the new prime number. And in late January, his quest was confirmed. Behold the new longest prime number in the world: 257,885,161 – 1.

The new discovery, at 17,425,170 digits, crushes the 2008 record number of 12,978,189 digits. Cooper is something of a legend when it comes to prime-number discovery: this is the third one found by him and his team.

Prime numbers are numbers that can only be divided by themselves and 1, with the first-appearing ones being 2,3,5,7 and 11. This new king of primes is also a member of a rare collection known…

View original post 327 more words

Some Websites That Help My Study!

Sebagai mahasiswi, dalam mengerjakan tugas-paper-skripsi pasti butuh data dari jurnal, buku, dan sumber penting —dan berbayar— lainnya. Untungnya, ada orang-orang baik #tsaah yang menyediakan layanan download gratis, atau free course *thank youu! :D*. Beberapa web yang telah membantu saya selama masa perkuliahan adalaaahh:

>> Free Download Books/Journal Websites

Dulu ada gigapedia.org, tapi gara-gara dibanned sama US Copyright itu, sempet nggak ada website download jurnal – buku. Terus setelah surfing browsing dkk, akhirnya dapatlah web bermanfaat ini 😀

1. en.bookfi.org

Segala macam buku tersedia di sini, mulai dari textbook kuliah, novel, sampai buku kumpulan resep dan tutorial kerajinan tangan 😀

en.bookfi.org

en.bookfi.org

2. gen.lib.rus.ec 

Ada beberapa cara mengakses web ini, bisa dari gen.lib.rus.ec, bisa juga dari libgen.org. Situs ini lebih lengkap dari bookfi, karena selain bisa download textbook, recipe book, dkk, dari situs ini kita juga bisa download majalah, scientific article, bahkan komik! Di situs ini pun ada beberapa mirror downloadnya jadi nggak usah bingung kalau misalnya salah satu link broken 😀

gen.lib.rus.ec

gen.lib.rus.ec

Oh iya bagi yang belum tau DOI, DOI stands for digital object identifier, semacam nomor registrasi artikel yang digunakan untuk mengidentifikasi isi dan letaknya di internet. Jadi, DOI itu semacam nomor induk internasionalnya sebuah artikel. Penjelasan lengkapnya see here

DOI

DOI

3. sci-hub.org

Nah kalau yang ini adalah web proxy, kita bisa mendownload jurnal berbayar dari situs ini dengan mengcopy-pastekan doi atau link download jurnal yang kita inginkan. Nantinya, web ini akan men-redirect kita ke halaman jurnal yang diinginkan dengan institutional login melalui universitas yang berlangganan jurnal tersebut.

sci-hub.org

sci-hub.org

>> Free Courses Online

1. Free Course by MIT, USA

Massachusets Institute of Technology, MIT, menyediakan free course online dalam webnya di sini. Di web ini kita bisa belajar dari Professors yang ada di MIT, bisa download materi kuliahnya juga, bahkan soal-soal ujian + jawabannya. Free course ini multidisiplin, hampir semua jurusan yang ada di MIT tersedia course nya, tidak hanya jurusan teknik.

ocw.mit.edu

ocw.mit.edu

2. Udacity

Di Udacity ini lebih seperti e-learning. Jadi kita bisa pilih mau enroll ke kelas apa saja yang kita inginkan, bisa download materi dari pengajarnya yang berupa video, ikut ujian, dan di akhir kelas kita bisa dapat sertifikat! 😀 Sayangnya karena masih baru, jadi pilihan kelasnya terbatas.

udacity.com

udacity.com

>> Open Access Journal

1. DOAJ

DOAJ itu sebenarnya adalah kumpulan jurnal-jurnal open access dalam berbagai bidang, seperti teknik dan ilmu-ilmu murni (science). Just search what journals you are looking for, and this web will redirect you to the journal’s homepage.

doaj.org

doaj.org

2. InTechOpen

InTechOpen juga merupakan salah satu open access journal yang mengkhususkan diri ke science dan engineering.

intechopen.org

intechopen.org

>> Hot Offering from Cambridge Journal Online

Cambridge Journal Online, CJO, menawarkan free download untuk SEMUA jurnal mereka yang terbit tahun 2012 selama 6 minggu. Penawaran ini akan berakhir sekitar awal Maret. Terms and Condition, register, klik here

Last but not least, thank you buat yang udah bikin web-web di atas. Those help me a lot to finish my undergraduate study safely, and hopefully, my master degree too. Semoga post ini bisa bermanfaat bagi semua yang baca 😀

Coffee Taste Malang

Hari ini kulineran sama adek ke coffee taste malang. Emang dari kemaren-kemaren waktu ada yang bahas coffee taste di twitter udah pengen ke sini, akhirnya kesampaian deh sebelum liburan berakhir kulineran ke sini 😀 Tempatnya di Jl. Sarangan 21 A, di ruko-ruko yang sebelah burger buto. Di coffee taste ini ada 2 lantai, lantai pertama disekat antara smoking dan non-smoking area, kalau di lantai 2 buat  non-smoking area aja. Suasananya menyenangkan, adem, ada musicnya (walaupun bukan dari live-music), ada wi-fi + colokan nya juga (tapi nggak cepet-cepet amat sih, paling cepet 35 KBps untuk di lantai 2 *masih lebih cepet modem :p*), dan yang oke, pelayanannya cepeet 😀

Makanannya bernuansa western, dari pasta — lasagna, fettucini, spaghetti, macaroni dkk—, pizza, burger, wafel, pancake, zuppa soup juga ada. Kalau mau cemilan di sini ada french fries, jamur krispy, dan cemilan standar lainnya :p Minumannya ada yang coffee & non-coffee. Enak-enak kok makanannya 😀

Hari ini aku sama adek pesen lasagna in red sauce, fettucini aglio olie beef, green tea coffee ice blend, sama tiramisu coffee ice blend.

Fettucini Aglio Olie Beef

Fettucini Aglio Olie Beef

Fettucini aglio olie beefnya pedes, banyak “ranjau” —potongan cabe rawit :p— dan adek menghabiskannya dalam sekejap :p

Lasagna with Red Sauce

Lasagna with Red Sauce

Lasagnanya porsinya lebih sedikit dari di illy, tapi enak kok, daging + kejunya banyak :p Pertamanya kukira red sauce itu pedes, ternyata eh ternyata, manis rasanya -.-

Tiramisu Coffee Ice Blend

Tiramisu Coffee Ice Blend

Minuman pesenan si adek, tiramisu coffee ice blendnya berasa kayak tango tiramisu *halah :p*, kalau pesenanku, lebih kerasa green teanya daripada coffeenya. Awalnya agak aneh, lama-lama jadi enak :p

Green Tea Coffee Ice Blend

Green Tea Coffee Ice Blend

Dan karena masih laper, nambahlah kami wafel, haha :p Wafelnya enaaaak, yang original, dengan sirup maple, ada 3 tumpuk, rasa wafel yang gurih + maple syrup yang manis adalah perpaduan yang pas! 😀

Original Wafel

Original Wafel

Oh iya, harganya mulai dari Rp 4.000,- (mineral water :p) hingga Rp 32.000,- (pizza). Rata-rata harganya sekitar Rp 15.000 an lah.  Masih cukup buat dompet mahasiswa seperti saya *tapi sesekali aja, dan di awal bulan* :p

ThaiNam-Thailand and Vietnam Cuisine, Malang

Kemarin (03/02/2013) diajak makan makan sama Ibu di ThaiNam, Resto & Cafe dengan specialtynya masakan Thailand & Vietnam. Resto ini terletak di Jl. Kawi No. 35 Malang, right in front of MOG. Dari luar memang tidak kelihatan “meyakinkan” soalnya pintu masuknya sedikit nyempil. Pertama kali masuk, tempat makannya semacam di lorong gitu, dengan suasana remang-remang khas bistro Prancis *kayak pernah-pernah aja :p* tapi ternyata tempatnya lumayan luas, masih ada ruangan di sisi kanan “lorong”. Tempatnya menyenangkan, adem ber AC, suasana cozy, dan music yang diputar oke, dihiasi dengan pernak pernik Thailand – Vietnam, dari foto-foto di dinding, sepeda khas petani Vietnam beserta capingnya, sampai ornamen gajah dan arca-arca khas Thailand.

Suasana ThaiNam

Suasana ThaiNam

Range harganya mulai Rp 10.000,- hingga Rp 50.000,-. Harganya agak mahal sih buat saya yang masih mahasiswa, tapi berhubung keluarnya diajak Ibu, jadi dibayariin dong :D. Di sini makanan dikelompokkan menjadi appetizer, veggies, fried rice, specialties, dan dessert & drinks. Hari ini kami pesan Tom Yam, Ga Luc Lac, Pla Rad Prik, Khao, dan Pad Woo Sen. Namanya memang dalam bahasa Thailand – Vietnam, tapi ada penjelasannya sih di menunya, jadi nggak perlu khawatir 😀

Tom Yam

Tom Yam

Tom Yam itu semacam Sup — dengan pilihan isi udang / seafood — yang rasanya asam spicy. Tom Yam di ThaiNam ini rasa asamnya terasa sekali karena jeruk nipis —mungkin— yang ditambahkan dengan serai dan daun jeruk. Enaak :9

Pad Woo Sen

Pad Woo Sen

Pad Woo Sen adalah Soun Thailand goreng dengan telur, kucai, dan otak-otak. Ada jamur kuping dan sayur-sayuran juga sih sebenernya.  Rasanya kalo saya kurang suka, masih kerasa amis dari telurnya. Tapi adek + Ibu bilang biasa aja —which is mean nggak amis— jadi mungkin cuma perasaan saya aja :p

Ga Luc Lac

Ga Luc Lac

Ga Luc Lac itu sebenarnya adalah daging —ayam/sapi, you can choose one— lada hitam yang disajikan dengan fresh salad. Saladnya terdiri dari daun yang saya nggak tau namanya tapi rasanya sedikit pahit, bawang bombay, dan tomat. Rasa dagingnya enaaak, empuk, tapi saladnya pahit 😐

Pla Rad Prik

Pla Rad Prik

Masakan yang satu ini adalah Pla Rad Prik, yaitu gurami goreng tepung dengan saus khas ThaiNam. Saus ThaiNam ini menurut saya seperti sambal bangkok tapi lebih manis. Guraminya memang digoreng crispy, tapi dagingnya masih lembut banget :9

Oh iya tadi saya menyebutkan Khao, itu adalah nasi putih. Karena semua udah tau jadi nggak perlu screenshotnya lah ya :p Untuk minumannya tadi pesan Iced Lemongrass Soda, Iced Thai Green Tea, dan Iced Lychee Tea with Lemongrass.

Iced Lemongrass Soda

Iced Lemongrass Soda

Minuman yang satu ini terdiri dari soda tanpa rasa, madu, dan lemongrass (sereh). Dan rasanya dominan lemongrassnya. Agak aneh karena nggak terbiasa, tapi enak kok :9

Iced Thai Green Tea

Iced Thai Green Tea

Minuman paling enak hari ini adalah Iced Thai Green Tea ini, rasanya nggak seperti ocha yang berbau amis semacam nori, tapi wangi dan ada campuran susunya. Thai Green Tea instan bisa beli di mana ya? enak banget sih, jadi mau lagi :9 Minuman yang lain, Iced Lychee Tea with lemongrass terdiri dari iced tea, lemongrass, dan leci kalengan. Rasanya semacam teh botolan fut*mi lychee, tapi lebih enak *ya iyalah* dan minuman ini nggak sempat kefoto :p

Pelayanan di ThaiNam menyenangkan, friendly, dan serving foodnya juga cepat. Waktu menunggu itu diberikan cemilan kerupuk —nggak tau namanya— sama sambal bangkok. Selain itu di sini juga diberikan Loyalty Card, yaitu kartu yang digunakan untuk mengumpulkan stiker yang bisa ditukar dengan menu tertentu 😀

Overall, di sini enak sih tempatnya, cocok buat candle light dinner bersama pasangan, atau makan bersama keluarga :3 ThaiNam ini buka setiap hari mulai 10.00-22.00, bisa delivery service juga, tapi syarat dan ketentuan berlaku 😀 This Resto is recommended!

Review : Love, Curse & Hocus Pocus – Karla M. Nashar

And what would you do, if I told you I have no intention to kiss you?”

“Kurasa… aku akan membuatmu mengubah keputusanmu itu.”

Ketika Troy Mardian dan Gadis Parasayu yang saling membenci harus terbangun dalam keadaan bugil dengan memori kabur akan pernikahan mereka, reaksi pertama mereka adalah berteriak histeris. Mereka curiga jika semua keanehan itu berkaitan dengan wanita gipsi tua yang mereka tertawai pada acara ulang tahun kantor mereka.

Untunglah mimpi dan realita yang tumpang tindih mempermainkan akal sehat mereka itu segera berakhir, dan membawa mereka kembali ke dunia nyata. Kali ini Troy dan Gadis yakin semua keanehan yang mereka alami itu telah berakhir. Setidaknya demikian, hingga tugas kantor membawa mereka ke negara para Duke dan Duchess, Inggris.

Dalam penerbangan yang melewati turbulensi ekstrem dan nyaris merenggut nyawa, keduanya dipaksa berpikir ulang tentang perasaan masing-masing.

Meskipun mereka saling membenci sejak pandangan pertama, mungkinkah berbagai peristiwa aneh tersebut justru mengubah rasa tidak suka mereka menjadi cinta?

Dan ketika Troy dan Gadis mengira hidup mereka sudah mencapai puncak kebahagiaan tertinggi, nun jauh di sana, sayup-sayup suara gemerencing lonceng perak kecil milik si gipsi misterius kembali membelah pekatnya malam…

Lalu apa kira-kira yang akan terjadi pada Troy dan Gadis kali ini?

Cring… cring… cring… Beware!

Love, Curse, & Hocus Pocus – Book Cover

Buku ini adalah sekuel dari Love, Hate, & Hocus Pocus, yang epilognya masih menggantung *menurut saya*. And so, when this book is published, I’m so happy ~\^o^/~

Kisah Troy dan Gadis kali ini bersetting di Inggris, di mana mereka mencari wanita gipsi yang mengisi acara ulang tahun BPI untuk mencari jawaban atas semua yang telah terjadi. Di perjalanan, karena turbulensi pesawat yang hebat, Troy dan Gadis mengalami “mimpi” tentang masa depan mereka, di mana mereka sudah berkeluarga dan memiliki anak.

Scene mimpi itu berkelebat di benak Gadis dan Troy, bahkan saat mereka dalam kondisi sadar. Kehadiran Putra yang berniat melamar Gadis, dan Lucinda, yang masih mengharapkan Troy, membuat mereka ingin menemukan apa yang sebenarnya terjadi, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mencari jawaban ke wanita gypsi tersebut. Perjalanan ini membuat mereka sadar dan jujur terhadap perasaan masing-masing.

Here are some quotes I love from this book 😀

Melabeli itu berarti memberikan batasan pada sesuatu. Banyak hal dalam hidup ini yang tidak bisa dilabeli dengan kata-kata yang punya keterbatasan. Padahal untuk bisa memahami hal-hal yang tidak bisa dilabeli, kita hanya perlu jujur merasakannya dengan hati. Sesederhana itu. — Lyubitshka, page 336

Love is simple, but most people tend to overanalyze it  — Lyubitshka, page 338

Karena kamu adalah realitaku, Gadis. Kamu memberikan definisi kehidupan yang sebenarnya bagiku  — Troy, page 396

Overall, novel ini sangat menghibur, walaupun tebal, tapi membaca novel ini tidak membosankan, ada hal-hal yang berbeda yang saya baca di setiap perjalanan Troy dan Gadis menemukan Lyubitshka. Jika dibandingkan dengan prekuelnya, alur buku ini memang lebih “lambat”, but both are fine, karena di novel ini lebih ke dalam pencarian jawaban keduanya, sementara di buku sebelumnya harus membongkar kejanggalan di dunia farmasi. In the end, this book is recommended!