Tips: Choosing Your University- [My Version]

The important thing in life is not the triumph but the struggle. – ย Pierre de Coubertin

Begitu banyak beasiswa yang ditawarkan, mulai dari universitas di berbagai negara, perusahaan-perusahaan ternama, hingga dari institusi pemerintah. Karena banyak beasiswa yang ditawarkan, pada akhirnya kita bingung untuk memilih yang mana yang paling sesuai. ย Nah, berikut adalah tips -tips versi saya untuk memilih universitas yang akan kita apply ๐Ÿ˜€

1. Choosing The Scholarship

Beasiswa yang ditawarkan memang sangat banyak, dan yang harus diingat adalah memilih beasiswa yang sesuai dengan keinginan kita. I mean, jangan pilih beasiswa tentang politik kalau kita ingin belajar teknik elektro, misalnya *ya iyalah* :p Setelah melakukan eliminasi ini, baca syarat beasiswa tersebut. Jika ada salah satu hal yang tidak mungkin dipenuhi, coret dari daftar pilihan. Misalnya, beasiswa hanya diperuntukkan bagi WNI, jika Anda warga negara asing, jelas akan ditolak ๐Ÿ˜€

Persyaratan semacam kemampuan bahasa seperti TOEFL, TOEIC, IELTS, atau bahkan TOPIK (Bahasa Korea) dan HSK (Bahasa Mandarin) masih bisa diusahakan. Jangan patah semangat! ๐Ÿ˜€

2. Choosing The University(s)

Ada beberapa beasiswa yang “terpisah” dengan universitas tujuan. Misalnya KGSP, DAAD, Erasmus Mundus, beasiswa DIKTI dsb. Dalam beasiswa ini kita diperbolehkan memilih sendiri universitas tujuan yang akan kita apply, dengan batasan tertentu. KGSP misalnya, kita diperbolehkan memilih 1(jika langsung mendaftar ke universitas tersebut) atau 3 (jika melalui kedutaan besar) universitas dari total 60 universitas yang tersedia. ย Nah, bagaimana kita memilih universitas tujuan? Menurut saya, hal-hal yang perlu diperhatikan untuk memilih universitas tujuan adalah:

  • Adanya bidang ilmu yang kita inginkan

Ada beberapa universitas yang tidak memiliki bidang ilmu yang kita inginkan. Atau beasiswa yang ditawarkan tidak mencakup bidang ilmu yang kita inginkan. Harus jeli dalam membaca requirements scholarship tersebut.

  • Adanya Professor yang ahli di bidang riset yang kita ajukan

Pilihlah universitas yang memiliki Professor yang ahli di bidang riset kita, jika tidak, maka kemungkinannya kita akan kesulitan dengan riset tersebut dan bisa-bisa ganti judul riset ๐Ÿ˜€

  • Ketersediaan alat-alat laboratorium

Jika kita memilih riset yang memerlukan kerja laboratorium, pilihlah universitas yang memiliki ketersediaan alat yang lengkap, atau jika tidak, universitas yang menjamin bahwa kita bisa mendapatkan alat tersebut, dengan meminjam atau membeli, dan sebagainya.

  • Lingkungan universitas

Lingkungan yang kondusif juga mendukung mood kita untuk menyelesaikan studi ๐Ÿ˜€ Kemudahan berkomunikasi dengan penduduk sekitar maupun Professor dan staff di universitas juga dipertimbangkan. Akan lebih baik jika kita bisa menguasai bahasa yang digunakan di daerah/negara tersebut ๐Ÿ˜€

  • Biaya hidup di negara/daerah tersebut

Jika scholarship tidak mencakup living cost, harus dipertimbangkan biaya hidup di daerah tersebut, apalagi jika membawa keluarga. Jangan sampai mengalami permasalahan karena tidak bisa membiayai living cost di sana. Jika memungkinkan, tanyakan pada pihak universitas apakah ada beasiswa yang mengcover biaya hidup atau tunjangan yang bisa kita dapatkan. Bisa juga bekerja part time untuk memenuhi biaya hidup, tapi untuk pelajar asing, biasanya dibatasi jam kerjanya. Well, biaya hidup itu tergantung gaya hidup. Tidak peduli seberapa besar beasiswa yang kamu dapatkan, jika gaya hidupmu jauh di atas yang kamu bisa penuhi, tetap akan terasa kurang.

Intinya, kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang universitas atau beasiswa yang ingin kita apply. Jangan sungkan untuk bertanya kepada contact person yang tercantum jika ada yang kurang dimengerti. Jangan malas mengurus berkas! Selamat berburu beasiswa dan jangan patah semangat. Fighting~ \m/

Nothing we ever imagined is beyond our powers, only beyond our present self-knowledge –ย Theodore Roszak

 

Advertisements

Classmates!

Classmates!

Double Degree Program, Engineering Faculty, Brawijaya University, Class of 2012

ini nih foto teman-teman sekelas saya di program double degree fakultas Teknik UB ๐Ÿ˜€

cuma 9 orang memang, dan saya cewek sendiri, huhu ๐Ÿ˜ฆ

sekarang lagi sibuk-sibuknya kejar setoran 16 kali pertemuan + tugas-tugas yang menumpuk. semangat temans-temans, semoga jalan kita dilancarka kedepannya, aamiin ๐Ÿ˜€